Selasa, 20 November 2018

Setiap Anak Itu Cerdas

gambar anak cerdas
Ada sebuah kisah, suatu ketika seekor bebek yang mahir berenang melihat kijang yang sedang berlari kencang dan melihat burung yang sedang terbang tinggi. Timbul hasrat dalam dirinya keinginan untuk berlari cepat seperti kijang dan terbang tinggi seperti burung. Setiap hari dia berlatih lari dan terbang untuk mewujudkan keinginannya. Namun kemampuannya berlari dan terbang belum seperti yang dia harapkan. Alih-alih bisa terbang tinggi seperti burung dan berlari cepat seperti kijang, sang bebek malah bengkak kakinya dan cedera sayapnya karena sering memaksakan diri untuk berlatih sehingga kaki dan sayapnya tidak bisa digunakan lagi untuk berenang dengan baik.

Melihat hal tersebut teman sang bebek memberikan nasehat kepadanya, “Kamu tidak mungkin terbang setinggi burung karena badanmu terlalu besar, sayap yang kamu miliki tidak sekuat dan selebar sayap burung, dan tidak mungkin berlari secepat kijang, karena kakimu hanya dua dan pendek, sedangkan kijang kakinya empat dan panjang”. Mendengar nasihat temannya tersebut sang bebek tersadar bahwa setiap hewan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga dia seharusnya fokus pada kelebihan yang dimilikinya bukan pada kekurangannya. Akhirnya dia berkesimpulan bahwa dia sebagai bebek mempunyai kelebihan mahir dalam berenang yang kemampuan itu belum tentu dimiliki oleh kijang dan burung.

Demikianlah gambaran manusia. Setiap manusia dianugerahi Alloh kemampuan yang berbeda dan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun struktur tubuh dan ciri-cirinya sama namun manusia adalah makhluk yang unik, karena manusia mempunyai bakat dan potensi masing-masing yang berbeda. Bahkan anak kembar yang lahir dari ibu yang samapun tidak menjamin karakter, minat, bakat dan potensinya adalah sama.

Yang berprofesi sebagai guru atau sebagai orang tua, bisa menggali lebih dalam dan memetakkan potensi masing-masing siswa atau anaknya. Setiap anak memiliki bakat masing-masing. Tugas orang tua atau guru adalah menggali dan mengembangkan bakat anak, sehingga anak menjadi hebat. Salah satu cara untuk mengetahui bakat dan potensi anak adalah dengan kita menanya dan mengeksplor lebih dalam aktivitas apa yang mereka sukai. Lalu doronglah anak untuk mencoba berbagai hal. Saat anak suka terhadap sesuatu dan merasa enjoy dengannya boleh jadi anak berbakat di bidang itu. Bakat dalam diri anak itu seperti bibit tanaman, temukan, rawat dan kembangkan.

Setiap orang tua tentu sangat menginginkan anaknya cerdas dan pintar. Namun dimasyarakat, kadang definisi cerdas itu identik dengan pintar matematika atau sains saja. Terus bagaimana dengan anak yang lemah dalam matematika dan sains tetapi menonjol dan menguasai dalam hal bahasa, musik, seni, agama atau sejarah? atau bahkan berprestasi dalam bidang olah raga, PMR, OSIS atau Pramuka? Kadang dengan mudahnya kita mengatakan anak yang lemah matematikanya adalah anak yang bodoh.Tentu hal ini tidak adil, melabeli cerdas untuk anak yang jago matematika dan melabeli bodoh untuk anak yang lemah matematika. Ini sama halnya melabeli kijang pandai karna mampu berlari cepat dan burung pandai karena mampu terbang tinggi, sedangkan melabeli bebek bodoh karena tidak mampu berlari cepat dan terbang tinggi.

Inilah kenyataan disebagian masyarakat yang melabeli cerdas hanya yang jago matematika atau sains, sehingga memaksa anak untuk menguasai matematika atau sains, padalah belum tentu anak tersebut mempunyai bakat di mata pelajaran tersebut. Jangan memaksakan sesuatu pada anak diluar dari bakatnya. Pada dasarnya semua anak itu cerdas tidak ada yang bodoh, bakat anak akan tumbuh dengan hebat dan gemilang jika dikembangkan oleh guru atau orang tua yang bijak. Karena kecerdasan manusia itu beragam, bahkan menurut Gardner, terdapat sembilan kecerdasan manusia yaitu : kecerdasan naturalis, kecerdasan musikal, kecerdasan matematis logis, kecerdasan eksistensial, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan linguistik, kecerdasan interpersonal dan kecerdasan spasial. Boleh jadi setiap anak memiliki satu atau lebih dari kecerdasan-kecerdasan tersebut. Silakan simak beberapa macam kecerdasan anak dalam video berikut ini :

Intinya adalah bahwa setiap individu memiliki kualitas tersendiri, baik itu dalam sebuah keluarga, dalam kelas maupun di sekolah, setiap anak memiliki kelebihan atau bakat masing – masing. Kurang bijak ketika anak dipaksa menguasai dan mahir pada bidang tertentu yang ia tidak mempunyai bakat atau keahlian di bidang tersebut.

Kesimpulannya adalah tidak ada anak yang bodoh, hanya kadang kita tidak mampu melihat kelebihan yang dimiliki oleh anak kita. Sebagaimana kata Albert Einstein, “ Setiap orang itu jenius, namun jika anda menilai ikan dari kemampuanya untuk memanjat pohon, maka ia akan hidup sepanjang hayatnya dengan kepercayaan bahwa ia bodoh.

0 komentar:

Posting Komentar